Selasa, 04 Desember 2012

Tak semudah yang aku kira


Tak semudah yang aku kira, ketika melihat sosok bayang dirinya, diri ini terlalu lemah tuk menatapnya, bibir ini seraya membisu, tubuh ini seperti mematung tanpa sebab, dan hati ini telah terpikat oleh bayang indah dirinya. Ketika ku coba melangkah mendekat, dirinya semakin menjauh, serta meninggalkan bayang bayang yang diam diam mengaguminya, yang selalu memikirkannya. Perasaan cinta yang tak pernah  aku undang di benak dan otakku, namun tanpa permisi masuk dan hadir dalam rasa ku.
Awalnya aku kira ini hanya rasa sesaat, rasa yang hanya melintas seperti debu, kemudian terbang terbawa angin yang entah kemana arah dan tujuannya. Namun seiring waktu berlalu, sejalan pula rasa ini akan ingin memiliki hatinya. Namun ketika aku coba melangkah lagi, aku selalu terjatuh dan terjatuh, pada lubang yang sama, lubang cinta yang menyiksa ku saat ini, cinta yang membuat hati ini gelisa ketika tak melihat kehadirannya di sisi ini, cinta yang mempengaruhi pemikiran ini yang membuat selalu memikirkan dirinya, namun aku tak tahu apakah dia juga memikirkan hati yang tak berguna ini.
Sekuat hati ini mencoba menahan gejolak hati yang mungkin salah terhadap perasaan ini, namun rasa itu lebih dalam masuk ke dalam palung hati ini. Rasa yang menyentuh batin ku ini, tak kuasa aku tahan untuk mengungkapkan persaan hati yang suci ini kepada dirinya. Namun selalu saja terhalang oleh tembok tembok perbedaan. Perbedaan yang mungkin setiap waktu dapat menghancurkan perasaan suciku ini, perbedaan yang selalu membatasi perasaan ku padanya.
Seandainya ini semua hanya mimpi, aku akan selalu berharap jika aku tak akan bangun dari mimpi indah ku ini, mimpi yang selalu aku dambakan, mimpi yang membuat aku menjadi orang yang lebih berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkannya, yaitu untuk mendapatkan dia. Kala rasa cinta ini, seperti jejak kaki dipantai yang indah, yang akan terus terhapus oleh deburan ombak yang berlarian, setiap kali aku melangkahkan kaki ini lagi, setiap itu pula deburan ombak menghapus jejak jejak kaki ku ini.
Terkadang aku terdiam menyendiri, memikirkan apakah benar rasa cinta ku ini terhadap sosok gadis yang telah memikat hati dan cinta ku ini. Namun tak satu jawaban pun yang aku dapat, dan aku juga berharap rasa yang tercipta ini bukan hanya sekedar harapan yang kosong, harapan yang seperti selembar buku kosong, yang jika kita mencoba menulis cerita cerita indah, sedih, susah, lucu, maupun yang mengesalkan pada buku itu dengan pena kehidupan, dengan lugas kita torehkan kata kata yang indah, sampai seisi buku tersebut penuh dengan jejak langkah kehidupan kita berdua, dan setelah buku tersebut penuh akan tulisan tulisan cerita tentang kita, buku tersebut akan tidak digunakan lagi dan akan hanya menjadi sesosok buku yang usang yang tak berarti apa apa.
          Tak banyak yang aku minta, tak banyak pula yang aku tuntut, yang aku mau hanya diri ku ini menjadi tempat terakhirmu untuk  labuhkan cintamu yang suci nan tulus itu, hanya itu,……. Hanya itu Ira,…. Namun tak semua yang kita ingin pasti akan tercapai, dan tak semua yang aku harap akan teraih, semua keputusan ada pada dirinya sendiri. Yang aku bisa lakukan hanya berusaha mencoba mendekati dirinya. Namun bagaimana bisa aku mendekati dirinya, jika menatap matanya saja aku tak mampu, menyapa dan mengucapkan “Selamat pagi Ira,….” Pun aku tak sanggup. Ah,…. Mengapa diri ini terlalu lemah terhadap sosok yang menaklukkan jiwa dan raga ku ini. Mungkin memang benar, lebih baik aku mengerjakam soal matematika yang sangat rumit itu, daripada mencoba mendekati dirinya yang selalu hadir dalam benak ini.

to be continue.......

0 komentar:

Posting Komentar

Read more: http://myhafiezers.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-widget-sharing-melayang.html#ixzz23QQLa4tz