Tak semudah yang aku kira, ketika melihat sosok bayang
dirinya, diri ini terlalu lemah tuk menatapnya, bibir ini seraya membisu, tubuh
ini seperti mematung tanpa sebab, dan hati ini telah terpikat oleh bayang indah
dirinya. Ketika ku coba melangkah mendekat, dirinya semakin menjauh, serta
meninggalkan bayang bayang yang diam diam mengaguminya, yang selalu
memikirkannya. Perasaan cinta yang tak pernah aku undang di benak dan
otakku, namun tanpa permisi masuk dan hadir dalam rasa ku.
Awalnya aku kira ini hanya rasa sesaat, rasa yang hanya
melintas seperti debu, kemudian terbang terbawa angin yang entah kemana arah
dan tujuannya. Namun seiring waktu berlalu, sejalan pula rasa ini akan ingin
memiliki hatinya. Namun ketika aku coba melangkah lagi, aku selalu terjatuh dan
terjatuh, pada lubang yang sama, lubang cinta yang menyiksa ku saat ini, cinta
yang membuat hati ini gelisa ketika tak melihat kehadirannya di sisi ini, cinta
yang mempengaruhi pemikiran ini yang membuat selalu memikirkan dirinya, namun aku
tak tahu apakah dia juga memikirkan hati yang tak berguna ini.


